03 September 2026
65 kali


Lumajang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Aliyah Syech Tambuh (MAS Syech Tambuh) Pasirian tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Maulid Nabi kali ini dikemas dengan konsep yang lebih kreatif dan melibatkan seluruh peserta didik.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, dengan mengusung semangat untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Rasulullah.
Tumpeng Gunung Jadi Ciri Khas Maulid Tahun Ini
Salah satu hal yang menarik dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini adalah kreativitas peserta didik dalam membuat tumpeng gunung atau tumpeng berukuran besar. Setiap kelompok menyiapkan berbagai bentuk sajian dan jajanan dalam porsi besar yang nantinya akan diarak bersama.
Tumpeng dan berbagai jajanan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan acara, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kreativitas, kerja sama, kekompakan, dan semangat berbagi antarpeserta didik.
Sebelum acara inti dimulai, seluruh peserta mengikuti arak-arakan keliling Dusun Kedung Pakis. Dengan membawa tumpeng dan berbagai sajian yang telah dipersiapkan, rombongan berjalan bersama menyusuri lingkungan sekitar madrasah.
Suasana semakin meriah dengan antusiasme para siswa dan warga yang menyaksikan arak-arakan. Setelah berkeliling, rombongan kembali menuju madrasah dan selanjutnya memasuki Masjid Al-Misry untuk mengikuti rangkaian acara inti.
Sholawat dan Mahalul Qiyam Menghidupkan Suasana Masjid
Setibanya di masjid, seluruh peserta mengikuti kegiatan sholawat Nabi dan Mahalul Qiyam. Suasana masjid menjadi semakin khidmat ketika seluruh warga madrasah bersama-sama melantunkan sholawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
lantunan sholawat yang dibacakan bersama menjadi momen penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta didik tidak hanya diajak untuk mengenal sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga diingatkan untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Amanat Kepala Madrasah: Maulid Bukan Sekadar Perayaan
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah menyampaikan amanat kepada seluruh peserta didik. Beliau mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, arak-arakan, maupun menikmati makanan bersama.
Menurut beliau, inti dari peringatan Maulid adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah dan berusaha meneladani akhlaknya.
“Kita memperingati Maulid Nabi bukan hanya untuk merayakan kelahiran Rasulullah, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini kita semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.”
Kepala Madrasah juga mengajak para peserta didik untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di madrasah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.
“Kalau kita benar-benar mencintai Nabi Muhammad, maka kecintaan itu harus terlihat dalam perilaku kita. Jaga ucapan, hormati guru dan orang tua, sayangi teman, rajin belajar, jujur, disiplin, dan jangan mudah menyakiti orang lain.”
Beliau juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas siswa yang telah membuat tumpeng dan sajian dalam jumlah besar. Menurutnya, kegiatan tersebut mengajarkan bahwa tradisi keagamaan juga dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya.
Ditutup dengan Berebut Jajanan
Setelah rangkaian sholawat dan Mahalul Qiyam selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta didik, yaitu berebut jajanan.
Berbagai jajanan yang sebelumnya telah diarak bersama kemudian dibagikan dan dinikmati secara bersama-sama. Selain itu, terdapat pula jajanan yang digantung di atas, sehingga menambah keseruan dan keceriaan para peserta.
Tawa dan kegembiraan mewarnai penutup kegiatan. Meski sederhana, momen tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta didik karena mereka dapat merayakan Maulid Nabi dalam suasana penuh kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 di MAS Syech Tambuh akhirnya menjadi perpaduan antara tradisi, kreativitas, ibadah, dan kebersamaan. Arak-arakan tumpeng, lantunan sholawat, Mahalul Qiyam, hingga berbagi jajanan menjadi rangkaian yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan.
Melalui kegiatan ini, MAS Syech Tambuh berharap kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semakin tumbuh dalam diri seluruh peserta didik dan dapat diwujudkan melalui akhlak serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan Maulid, kita kenang Rasulullah. Dengan sholawat, kita ungkapkan cinta. Dengan akhlak, kita buktikan keteladanan.”
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad.
Powered by Froala Editor
BANYAK DIBACA
Pelaksanaan MGMP Fisika di Perpustakaan MAN Lumajang Bahas Kurikulum Berbasis Cinta
30 January 2026
495 kali
Baca
Kepala MAS Syech Tambuh Ikuti Diklat Peningkatan Kompetensi Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Madrasah
12 June 2026
484 kali
Baca
Rapat Bulanan Madrasah Bahas Evaluasi Kinerja dan Persiapan Kegiatan Akhir Semester Genap
20 May 2025
472 kali
Baca
Kepala Bangdiklat Argawana Indonesia Dr. Muchamad Taufiq Tekankan Generasi Muda Harus Hindari Sikap Malas
30 November 2025
469 kali
Baca
MAS Syech Tambuh Gelar Senam Anak Indonesia Hebat, Wujudkan Madrasah Sehat dan Penuh Semangat
16 July 2026
428 kali
Baca
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Puskesmas Pasirian Dukung Program UKS di Madrasah Aliyah Syech Tambuh
22 September 2025
417 kali
Baca